Banyuwangi – Suasana fajar di Kecamatan Wongsorejo belum sepenuhnya terang saat deretan armada logistik mulai bergerak memecah keheningan jalanan pantai timur Jawa. Bukan operasi militer biasa, pergerakan masif ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan berskala besar yang dikomandoi langsung oleh Kodim 0825/Banyuwangi dalam menyukseskan program jaminan nutrisi bangsa.
Tepat pada Selasa (02/06/2026) pagi, sebanyak 2.409 porsi makanan sehat didistribusikan secara serentak dari dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Yayasan Berkah Abadi Jaya yang berlokasi di Jl. Windukencono, Desa Sumberkencono. Di bawah pengawasan ketat Kepala SPPG Mohammad Zuhri Zaini, operasi penguatan gizi ini menyasar dua klaster krusial sekaligus: institusi pendidikan dan pos pelayanan terpadu (posyandu) di wilayah Wongsorejo.
Komandan Kodim 0825/Banyuwangi melalui komando taktis jajaran menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata TNI AD dalam mengawal generasi emas Indonesia. Pengondisian distribusi yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB memastikan seluruh paket makanan tiba di meja penerima manfaat dalam kondisi prima, segar, dan higienis.
Sasaran Masif: Dari Siswa SMA hingga Bayi di Dalam Kandungan
Penetrasi distribusi menyisir 24 sekolah yang tersebar di wilayah tersebut, mulai dari tingkatan pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. Data yang dihimpun mencatat sebaran masif di antaranya SMA Negeri 1 Wongsorejo dengan kontingen terbesar (226 siswa dan 36 guru), SD Negeri 1 Sumberkencono (188 siswa, 11 guru), hingga madrasah dan sekolah luar biasa seperti SLB Sunan Kalijaga yang tetap menjadi prioritas utama pemenuhan gizi ini. Secara total, klaster pendidikan menyerap 2.092 porsi gizi untuk siswa dan tenaga pendidik.
Tidak berhenti di sektor formal, program intervensi spesifik ini juga menyentuh kelompok sasaran B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) di 10 posyandu setempat. Uniknya, nama-nama posyandu tersebut menggunakan klaster buah-buahan lokal.
Posyandu Pepaya mencatat angka intervensi tertinggi untuk ibu hamil dan menyusui (masing-masing 25 orang), sementara Posyandu Jeruk mendominasi distribusi untuk balita dengan total 43 anak. Akumulasi dari 10 posyandu ini berhasil mengamankan kebutuhan nutrisi bagi 317 jiwa golongan rentan.

